Senjata Pamungkas itu Bernama BPMS

Senjata Pamungkas itu Bernama BPMS

Penggunaan BPMS menunjukkan tren meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan kesadaran pelaku bisnis akan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara aspek manajemen dan Teknologi Informasi. Vendor penyedia solusi BPMS masih didominasi oleh pemain raksasa di tingkat global, sedangkan pemain lokal masih sangat jarang apalagi jika menggunakan standarisasi BPMN 2.0. Tulisan ini akan mengulas tentang apa itu BPMS, benefit, arsitektur, implementasi, serta beberapa hal lain.

 

Sesuatu yang tak pernah terbayangkan

BPMS adalah sebuah tool atau aplikasi yang dapat digunakan untuk mendesain, implementasi, eksekusi, dan melakukan pengawasan  terhadap jalannya proses bisnis dengan menggunakan metodologi BPM.

BPMS dapat digunakan untuk melakukan otomasi proses bisnis. Hal ini berarti bahwa aplikasi BPMS mampu menjalankan proses bisnis yang didesain pada level diagram secara otomatis tanpa perlu menggunakan pendekatan pemrograman komputer.

Perkembangan teknologi informasi saat ini memungkinkan untuk melakukan banyak hal terkait dengan proses bisnis. Pemodelan proses bisnis bisa dikerjakan secara mudah. Implementasi pada tingkatan keperluan eksekusi bisa secara cepat direalisasikan bahkan tanpa menggunakan pemrograman komputer atau zero coding.

Pembuatan business rule atau pun policy lainnya untuk melengkapi proses bisnis juga bisa dilakukan lebih sederhana. Monitoring jalannya eksekusi proses bisnis pun dapat dipantau dengan mudah. Terdapat banyak manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari BPMS untuk keperluan manajemen, misalnya Change Management, Key Performance Indicators (KPI’s), Audit, Process Improvement, dan lain sebagainya.

Dengan menggunakan BPMS, maka perusahaan akan sangat mudah dalam mengembangkan sebuah aplikasi bisnis yang dapat menunjang operasional perusahaan bahkan dari awal sekalipun.

 

Arsitektur BPMS

BPMS mulai diperkenalkan pada tahun 2005 dan sekarang sudah mulai diadopsi oleh vendor perangkat lunak terkenal di dunia, seperti IBM, Oracle, Pegasystem, Appian, BizAgi, AuroPortal, dan puluhan vendor luar negeri lainnya. RetGoo adalah salah satu vendor lokal yang mencoba untuk memenuhi kebutuhan market dalam negeri. Secara umum, fitur dan kapabilitas masing-masing solusi BPMS yang dikeluarkan masing-masing vendor tidak jauh berbeda. Hal ini disebabkan mereka menggunakan sebuah standarisasi yang sama.

Gambar A memperlihatkan arsitektur lengkap dari BPMS standar. Ada cukup banyak modul yang mesti dimiliki oleh aplikasi BPMS. Secara garis besar terdapat tiga bagian utama dari BPMS, yaitu BPM, Portal, dan Utility.

 

BPM

Bagian ini merupakan inti dari aplikasi BPMS agar bisa melakukan otomasi proses bisnis. Terdapat beberapa unit utama, diantaranya:

  • Process Repository – Menyediakan sebuah mekanisme untuk membuat proses bisnis, versioning, dashboard, user interface, dan lain-lain. Semua proses bisnis dimodelkan dalam bentuk diagram.
  • Workflow Engine – Bagian yang akan mengeksekusi proses bisnis dalam bentuk diagram. Unit ini mempunyai peranan sangat penting di dalam otomasi proses bisnis.
  • System Integration – Menghubungkan serta mengintegrasikan data maupun layanan lainnya antar sistem yang berbeda.
  • Process Matric – Menangani informasi terkait dengan performa eksekusi proses bisnis, seperti waktu, jumlah, antrian, dan lainnya.

 

 

PORTAL

Aplikasi BPMS menyediakan solusi terintegrasi end-to-end process yang bisa digunakan langsung oleh pengguna. Dengan demikian keberadaan sebuah portal yang digunakan untuk interaksi antara pengguna dan sistem mutlak diperlukan. Aplikasi BPMS menyediakan beberapa opsi untuk media antarmuka, antara lain:

  • End-User Portal – Antarmuka aplikasi BPMS memiliki keunikan jika dibandingkan dengan aplikasi bisnis lainnya, yaitu menawarkan sebuah pengalaman baru dalam mengelola pekerjaan atau tugas. Pendekatan process-centric sangat mendominasi, mulai dari informasi tugas, diagram, KPI, mekanisme kolaborasi, dan lain-lain.
  • Mobile Access – Memberikan kemudahan bagi pemakai yang terbiasa mobile dengan perangkat bergerak. Hampir sebagian besar vendor BPMS menggunakan teknologi HTML5 untuk memenuhi kebutuhan perangkat mobile.
  • Collaboration (Social) – Mengintegrasikan layanan media sosial untuk meningkatkan interaksi dan kolaborasi antar pengguna BPMS, seperti berbagi informasi, layanan pelanggan, dan sarana promosi perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: