Filosofi Marketing, Sales, dan Brand itu Ibarat Sebuah Sedotan

Filosofi Marketing, Sales, dan Brand itu Ibarat Sebuah Sedotan

Sederhana bukan untuk menjelaskan keterkaitan antara Marketing, Sales, dan Brand dalam sebuah ilustrasi singkat. Yah, cukup dengan SEDOTAN. Tidak perlu penjelasan yang sangat panjang, toh nanti akhirnya akan kembali kepada sedotan pula.

Filosofis sederhana dari sedotan adalah adanya sebuah saluran, isi, dan sensasi. Saluran mendeskripsikan sisi marketing, aktivitas memindahkan isi ke mulut adalah sales, sedangkan sensasi yang dirasakan saat menggunakan sedotan itu merupakan brand. Isi berupa minuman adalah tersebut adalah produk. Keempat elemen itu akan saling berkaitan erat, salah satu tak hadir, maka akan mengurangi kenikmatan yang tersaji dalam minuman. Bahkan jika tak ada minuman, percuma saja ada sedotan berserta pernak-perniknya.

Marketing memegang peranan dalam mengomunikasikan sesuatu kepada calon pelanggan. Bukan sekedar aktivitas menyebarkan brosur. Namun lebih dari itu, marketing mengurusi banyak hal, mulai dari melakukan riset pasar, penetapan kebijakan harga, penentuan segmentasi dan posisi pasar, manajemen brand, promosi, relasi pelanggan, hingga edukasi.

Sedangkan sales lebih fokus kepada aktivitas yang bertujuan untuk mengonversi peluang menjadi sebuah transaksi, memindahkan uang dari pelanggan ke perusahaan. Memberikan imbal balik ke pelanggan berupa sebuah produk baik barang atau jasa.

Interaksi yang tercipta antara pelanggan dengan perusahaan baik melalui proses marketing dan sales atau pada saat menggunakan solusi tersebut akan mempengaruhi persepsi pelanggan terhadap perusahaan secara keseluruhan. Persepsi inilah yang kemudian memunculkan sebuah brand dibenak pelanggan. Sebuah sensasi yang didapatkan melalui pengalaman langsung maupun tak langsung terkait dengan apa saja yang dilakukan oleh perusahaan terhadap pelanggan.

Perusahaan wajib memperhatikan dan menilai ketiga hal tersebut sebagai sebuah satu kesatuan yang utuh dan saling terkait. Tidak ada penjualan yang baik jika tak ada marketing yang mumpuni. Tak ada brand yang dikenal jika tak direncanakan dengan seksama. Semua saling mempengaruhi.

Bentuk sedotan yang unik beserta cara menyedotnya yang khas akan menimbulkan sensasi yang berbeda pula. Semua diserahkan kepada Anda, mau dikemanakan kombinasi marketing, sales, dan brand tersebut. Apakah Anda hanya sekedar membuat sedotan yang mainstream saja ataukah inginmenciptakan sesuatu yang luar biasa?

(DE)